Selasa, 26 Agustus 2014
BAKSO OPLOSAN KOPMA BS UPI
Hello Kopmania.. Siang-siang makan BAKSO KOPMA BS UPI enak kali yaaa..
hehee Siapa sih yang gak kenal dengan yang namanya bakso ?
Yupp,,
itu dia makanan yang paling enak disantap, kenapa yaah?? Yuu kita cari tahu apakah
anda tahu asal mula bakso?
Kata Bakso berasal dari kata BAK – SO,
dalam bahasa hokkien berarti “ daging babi giling “ karena kebanyakan orang
indonesia adalah muslim maka bakso lebih umum di buat dari bahan halal yaitu
daging ayam, sapi atau pun ikan. Pada awal abad ke -17 akhir Dinasti Ming di
Fuzhou, Hidup seorang pria bernama Meng Bo yang tinggal di sebuah desa kecil.
Meng Bo sangat baik dan sangat berbakti
kepada orang tuanya. Kebaikan dan bakti kepada ibunya sudah dikenal di kalangan
tetangganya. Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan
daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak
keras. Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging.
Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa
mengonsumsi daging lezat lagi. Sepanjang malam duduk, memikirkan bagaimana
mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat
tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi.
Melihat hal itu, timbul idenya. Meng Bo
langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan
tetangganya dalam membuat kue mochi. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya
menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah.
Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat. Meng Bo
menyajikan bakso itu kepada ibunya. Sang ibu merasa gembira karena tidak hanya
baksonya yang lezat, tapi juga mudah untuk dimakan.
Meng Bo sangat senang melihat ibunya
dapat makan daging lagi. Cerita bakti Meng Bo cepat menyebar ke seluruh kota
Fuzhou. Penduduk berdatangan terus menerus untuk belajar membuat bakso yang di
buat Meng Bo. Dan resep terus menyebar dari keluarga ke keluarga lain, kota ke
kota lain dan bahkan sekarang diindonesia. Mungkin bentuk dan rasa yang di buat
Meng Bo dan kita makan sehari-hari pasti beda. Cuma sama-sama daging empuk yang
di buat bulat2.
Di indonesia bakso sudah dikembangkan
resepnya jadi beda-beda. Dari segi warna bakso, resep soup dan lain2 sudah
berbeda dari dulu sampai sekarang. Inilah sejarah muncul nya bakso. Uuuuh jadi
ngilerr nih pengen bakso.
Publisher: Attike Kusmiyati (Staff Usaha KOPMA BS UPI)
Source: dari berbagai sumber
Senin, 25 Agustus 2014
KOPMA BS UPI Mendelegasikan Kadernya di Acara Nasional FKKMI
By Unknownkeanggotaan, Komisariat FIP, Komisariat FPBS, Komisariat FPEB, Komisariat FPIPS, Komisariat FPMIPA, Komisariat FPOK, Komisariat FPTK, KOPMANo comments
Kamis
tanggal 14 sampai 17 Agustus yang lalu UKM KOPMA BS UPI mendelegasikan kadernya sebanyak dua orang yaitu
Fitriyani Rizky (Asisten PSDA season 1) dan Sita Nurhalimah (Asisten DIKLAT
season 1) untuk mengikuti acara Loka Karya Standarisasi Pendidikan KOPMA Seluruh
Indonesia dan Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia
(FKKMI) dengan tema “Revitalisasi Gerakan Koperasi Mahasiswa melalui
Komunikasi, Pendidikan dan Pengkaderan” yang diadakan di STAIN Purwokerto dan
Baturaden, Banyumas. Acara tersebut dihadiri oleh delegasi-delegasi berasal
dari berbagai KOPMA yang tersebar di
Indonesia seperti : KOPMA UNILA (Universitas Lampung), KOPMA UNLAM (Universitas
Lambung Mangkurat, Banjarmasin), KOPMA UIN Jakarta, KOPMA UNTIRTA, KOPMA
UNISBA, KOPMA UGM, KOPMA Unnes, KOPMA UMM, dan masih banyak lagi.
Delegasi-delegasi
yang terdiri atas Ketua KOPMA dan Kabid PSDA atau Perwakilan dari masing-masing
KOPMA se-indonesia tersebut dikumpulkan untuk mengikuti serangkaian acara yang
diselenggarakan oleh FKKMI dengan bekerjasama dengan KOPMA STAIN Purwokerto,
KopKun dan KOPMA Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Acara ini terdiri atas
Seminar Nasional, Sharing mengenai keadaan KOPMA masing-masing, membahas
draft Desain Kaderisasi Koperasi untuk membuat standar pendidikan koperasi
mahasiswa se-Indonesia serta Musyarawah Nasional untuk membahas Laporan
Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus FKKMI periode 2012-2014 menentukan ketua
FKKMI untuk periode 2014-2016. Selain itu, di akhir acara juga ada kegiatan
rekreasi ke Loka Wisata Baturaden.
Acara
Seminar Nasional menghadirkan pemateri bernama Toto Karyanto R, SE. yang juga
seorang social-preneur. Beliau mengajarkan kepada kami mengenai
wirausaha, kepedulian terhadap orang-orang sekitar dan kesadaran akan
pentingnya sukses bersama yang salah satunya dapat dilakukan dengan
berkoperasi. Acara selanjutnya yaitu Loka Karya (diskusi) dalam rangka menyusun
kurikulum pendidikan koperasi semua KOPMA agar pendidikan koperasi di setiap
KOPMA seragam karena sebagaimana kita ketahui bahwa selama ini masing-masing
KOPMA memiliki Pola Pengkaderan yang berbeda. Hasilnya yaitu pola pengkaderan
yang dimulai dari Orientasi (di KOPMA BS UPI dikenal sebagai Pendidikan Pra
Anggota/PEPRA), DIKSAR/DIKSARKOP, DIKMEN/DMK serta DIKJUT (Pendidikan Lanjut)
yang sebenarnya KOPMA BS UPI telah melaksanakan pola pengkaderan ini lebih
awal.
Saat
kegiatan Sharing berlangsung, kami mendengarkan dari beberapa orang delegasi
KOPMA lain bahwa mereka memiliki masalah terutama dalam bidang permodalan.
Mereka bercerita bahwa sistem keanggotaannya otomatis sehingga saat mahasiswa
baru registrasi juga membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Namun,
simpanan pokok dan simpanan wajib tersebut dipungut langsung oleh pihak
rektorat sehingga saat mereka memerlukan dana untuk keperluan KOPMA-nya mereka
harus mengajukan proposal terlebih dahulu dan menghadapi segala birokrasi yang
ada padahal seharusnya dikelola secara independen oleh mereka. Jadi, baik
secara langsung maupun tidak masalah ini menghambat kegiatan usaha serta
kegiatan organisasi mereka.
Di
luar kegiatan sharing, kami juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa
delegasi dari KOPMA lain tentang bagaimana kondisi KOPMA disana, sebagian besar
diantaranya menjawab bahwa jarang ada pengurus demisioner yang masih mau
berkunjung ke KOPMA untuk membimbing pengurus atau sekedar bertanya mengenai
keadaan KOPMA. Lain halnya dengan KOPMA BS UPI yang alhamdulillah pengurus
demisionernya masih terlihat berkunjung ke KOPMA.
Acara
Musyawarah Nasional FKKMI digelar pada hari ketiga. Setelah sidang komisi dan
sidang pleno untuk mengesahkan produk yuridis dan membahas serta mengesahkan LPJ
Pengurus BPP, terpilihlah saudara Ngudi Prasetyo (Koordinator Wilayah D.I.Y) sebagai
Ketua FKKMI baru periode 2014-2016 untuk menggantikan saudara Ahmad Jaelani.Selasa, 01 Juli 2014
Kader KOPMA BS UPI menjadi Delegasi dalam TOT Fasilitator Perkoperasian
By UnknownArtikel, Kegiatan, Komisariat FIP, Komisariat FPBS, Komisariat FPEB, Komisariat FPIPS, Komisariat FPMIPA, Komisariat FPOK, Komisariat FPTK, KOPMA, Organisasi, PSDANo comments
Pada
tanggal 23-26 Juni 2014 Kementrian Koperasi dan UKM mengadakan TOT Fasilitator
Perkoperasian yang dilaksanakan di Hotel Diradja Jakarta Selatan. Dalam acara
tersebut berbagai delegasi baik dari Dinas Perkoperasian Kabupaten/Kota,
Provinsi, Gerakan Perkoperasian maupun Konsultan Keuangan Mitra Bank (MKKB)
dari berbagai daerah di Pulau Jawa menghadiri Pelatihan Fasilitator
Perkoperasian tersebut.
Dalam
kegiatan tersebut berbagai materi tentang Perkoperasian dijelaskan oleh para
pakar Koperasi. Materi yang disampaikan antara lain adalah Aplikasi Pengawasan
Internal Koperasi, Aplikasi Pengawasan Eksternal Koperasi dan Akuntansi
Koperasi dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntabilitas Publik
(SAK-ETAP). Selain itu, ada juga penjelasan dari Deputi Bidang Pengembangan SDM
Kementrian Koperasi dan UKM mengenai pembatalan UU No.17 Tahun 2014 oleh MK
pada tanggal 28 Mei 2014 lalu.
Dalam
sesi pematerian pengawasan internal dibahas mengenai pentingnya pengawasan yang
dilakukan oleh anggota maupun oleh pengawas. Disisi lain, dalam sesi pematerian
pengawasan eksternal dibahas mengenai Penilaian Kesehatan bagi Koperasi Simpan
Pinjam yang hanya bisa dilakukan oleh PNS yang sudah memiliki Sertifikasi
Penilai Kesehatan Koperasi. Pentingnya penilaian kesehatan koperasi ini
dikarenakan koperasi simpan pinjam banyak sekali memiliki kasus-kasus yang
dapat merugikan para anggota koperasi itu sendiri. Masih kurangnya Sumber Daya
Manusia (SDM) yang dapat menilai Kesehatan Koperasi dan tidak adanya pengaduan para
anggota koperasi kepada pemerintah menyebabkan banyak terjadi kecurangan dalam
koperasi simpan pinjam.
Seorang
ibu dari Dinas Koperasi Kota Tanggerang menceritakan tentang bagaimana ia
membangun koperasi dalam rangka memerangi para rentenir yang sedang menjamur
didaerahnya. Berkat kerja kerasnya para rentenir tersebut berhasil dikurangi
karena masyarakat mengajukan kredit beralih pada koperasi. Suka dan duka
dihadapi oleh Ibu Ida dalam mensejahterakan masyarakat Tanggerang melalui
pemberdayaan koperasi. Kurangnya kepercayaan dari pemerintah merupakan salah satu rintangan yang harus
dihadapi Ibu Ida. Namun, beliau tidak pernah putus asa sehingga beliau sukses
membangun koperasi yang beromset milyaran rupiah. Koperasi yang dimaksud adalah
“Koperasi Abdi Kerta Raharja”.
Produk
koperasi berupa simpanan berjangka dan simpanan pokok harian berhasil
meningkatkan tingkat pendidikan putra-putri para anggota koperasi setempat.
Sungguh sangat membanggakan saat koperasi sebagai soko guru perekonomian dapat
menunjukkan taringnya dalam memajukkan perekonomian rakyat Indonesia. Oleh
karena itu, sebagai mahasiswa yang bergerak dalam perjuangan memajukkan
koperasi di Indonesia kita harus dapat menerapkan prinsip-prinsip koperasi
dengan sebaik-baiknya demi mensejahterakkan anggota dan lingkungan di
sekitarnya.


















