Rabu, 06 Juni 2012

PERAN PENTING “SI PEMAIN UTAMA”

Koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa Indonesia seperti termaktub dalam  pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 perlu terus dikembangakan pada setiap lapisan masyarakat Indonesia. Sebagai badan usaha, koperasi berperan penting dalam peningkatan ekonomi nasional. Koperasi merupakan badan usaha yang terbentuk dari sekumpulan orang yang memang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama.
Salah satu prinsip koperasi menerangkan bahwa koperasi identik dengan nilai-nilai demokrasi. Segala bentuk keputusan dalam koperasi diputuskan secara bersama-sama yakni dalam rapat anggota Bila prinsip dan nilai-nilai tesebut dapat diamalkan seluruhnya dan seutuhnya, maka anggota menjadi cerminan dominan dalam koperasinya. Anggota adalah pemain utama,  yang memiliki identitas ganda yakni sebagai pemilik dan pelanggan (owner and customer).
 Kemajuan dan kesuksesan koperasi sangat ditentukan oleh peran aktif anggota dalam koperasi tersebut. Ada beberapa peran penting anggota dalam koperasi. Pertama, sebagai pemilik koperasi anggota wajib memodali koperasinya dalam bentuk simpanan pokok yang disetorkan saat awal menjadi anggota dan simpanan wajib yang dibayarkan secara berkala. Kedua, anggota berperan sebagai pengguna jasa/pelayanan dalam koperasi. Semakin banyak transaksi anggota terhadap koperasi, maka keuntungan koperasi akan semakain besar. Ketiga, anggota harus ikut serta dalam mengambil keputusan. Koperasi adalah milik bersama, oleh karenanya segala bentuk keutusan pun  harus ditentukan secara bersama-sama dalam Rapat Anggota. Dalam perjalanannya, pengelolaan koperasi dilakukan oleh pengurus dan dibantu  manajer jika diperlukan, untuk menghindari kekeliruan dalam pengelolaan, maka anggota harus berperan dalam mengawasi pengelolaan koperasi, dalam hal ini pengawasan anggota dilakukan melalui Badan Pengawas koperasi. Sebagai pemilik koperasi, anggota akan merasakan untung jika koperasi mendapatkan keuntungan, begitu pula sebaliknya, anggota harus mau dan turut serta menanggung resiko ketika koperasi mengalami kerugian, terkecuali jika kerugian yang disebabkan oleh kelalaian perseorangan.
Itulah lima peran anggota yang harus dilakuakan dalam koperasi. Sekali lagi, anggota adalah pemain utama dalam koperasi. Koperasi akan menjadi efektif dan menjadi kokoh bila mengakar ke bawah dengan berbasiskan anggotanya. Bila kondisi ini terjadi, maka koperasi akan tumbuh menjadi gerakan yang cukup diperhitungkan, sehingg akan efektif dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya.

0 komentar:

Poskan Komentar