Sudah menjadi rutinitas di KOPMA BS UPI
setiap bulannya ada sebuah silaturrahmi antara pengurus, pengawas dengan
karyawan dan anggota KOPMA BS UPI yang dirangkum dalam bentuk suatu Ta’lim
(red: pengajian rutinan). Tema ta’lim kali ini adalah “Etos Kerja menurut
Islam”. Suatu perkara yang dipimpin oleh yang tidak ahlinya maka tunggulah
kehancurannya, dalam melaksanakan segala tindakan hendaknya didasarkan pada
niatnya, bagaimanapun tindakan yang kita lakukan tetapi niatnya kurang baik
niscaya tindakan yang kita lakukan tersebut tidak akan mendapat ridho dari
Allah SWT.
Dalam ta’lim kita kali ini yang dihadiri oleh
30 orang penceramah memberikan ilmu kepada kita semua bahwa Allah memberikan
rezeki kepada seseorang karena seseorang tersebut mau berusaha dan mencari
ridho Allah SWT. Hal yang salah disini adalah jika seseorang mengambil hak
orang lain dan memakan makanan yang diharamkan oleh Allah. Sekecil apapaun
harta yang haram akan berpengaruh terhadap perilaku kita sehari-hari. Seseorang
yang mau berusaha dan bekerja dengan niat mencari ridho Allah maka pekerjaaan
yang ia jalani akan mendapat keberkahan dan kenikmatan di dunia ini. Oleh karena itu marilah kita tekadkan dalam
segala pekerjaan kita dan dalam mencari ilmu hendaknya diniatkan hanya karena
Allah SWT.
Barangsiapa yang pada sore hari ia merasa
lelah setelah bekerja dan berkarya dengan disertai keikhlasan serta untuk
mendapat kebermanfaatn bagi orang lain maka Allah akan Allah SWT mengampuni
dosanya.
Setelah penceramah menyampaikan ulasannya, selanjutnya
sesi bertanya, adapun penanya pertama yaitu Ibu Evi (Karyawan Kasir KOPMA BS UPI) pertanyaannya “Bagaimana hukumnya
ketika pembeli yang uang kembaliannya tidak dikembalikan dalam bentuk uang tapi
dalam bentuk barang jajanan lagi? Misalnya ketika seseorang belanja dan masih
ada uang kembalian sebesar Rp. 500,- namun tidak diberikan dalam bentuk uang
tetapi bentuk permen 5 bungkus itu bagaimana hukumnya?”
Jawabannya: “hukumnya sah-sah saja asalkan
sudah ada akad atau kesepakatan kedua belah pihak, dalam hal ini agar kedua
belah pihak tidak merasa dirugikan”.
Selanjutnya penanya kedua yaitu Teh Wina (Karyawan Jus KOPMA BS UPI) pertanyaannya
“Lalu bagaimana dengan kembalian yang tidak dikembalikan, karena biasanya
pelanggan di KOPMA itu mengatakan nanti aja teh kembaliannya, namun seiring
berjalannya waktu terkadang uang kembalian tersebut tidak jadi dikembalikan
kepada si pembelinya, dosakah kita?”
Jawabannya: “Ketika kita sudah berusaha untuk mengingatkan maka kita
tidak berdosa meskipun orang tersebut tidak mengambil kembaliannya, namun
ketika kita sengaja melupakan dan sengaja dilupakan kembalian itu maka kita
yang berdosa”.
Penanya ketiga yaitu Pak Dian (Karyawan Copycenter KOPMA BS UPI) pertanyaannya “Apa definisi
pekerja yang beriman dan yang diridhai allah?”
Jawabannya: “Niatkan dalam hati bahwa kita
bekerja ini untuk menafkahi anak istri untuk membangun keluarga yang harmonis
samawa (sakinah, mawaddah, dan warahmah), karena tidak ada bentuk secara
konkrit yang bisa kita lihat wujud orang yang bekerja karena ridha allah itu
tetapi melalui keikhlasan dalam setiap tindakan/pekerjaannya, sesuatu yang
dilakukan dengan ikhlas itu diniati dengan mencari ridha allah swt, tekadkan
dalam semua aktifitas kita ini untuk mencapai ridha allah swt. Dengan usaha
sedikit demi sedikit namun tetap dalam keistiqomahan dan kontinuitas maka
apapun yang kita kerjakan mencapai ridha allah SWT”.
Berikutnya penanya ke empat yakni Lailatissilmi (Pengurus LP2K KOPMA BS UPI) peratanyaaanya “Pada
dasarnya SHU (Sisa Hasil Usaha) itu dibagikan ke anggota kopma saja sedangkan
di kopma itu yang bertransaksi bukan anggota saja tapi non anggota kopma juga
ikut bertransaksi bagaimana itu hukumnya?”
Jawabannya: “Sah-sah saja, karena sistem SHU ini sama dengan sistem
bagi hasil dalam ekonomi islam yang memang porsentase keuntungannya sudah
ditentukan diawal sesuai dengan aktivitasnya masing-masing anggota. Adapun
keuntungan yang didapat dari penjualan dengan non anggota, itu juga sah-sah
saja untuk dibagikan sebagai SHU, karena merupakan keuntungan bersama dari
hasil usaha yang dimodali oleh anggota sesuai dengan modalnya”.
Penanya terakhir yaitu Teh
Nayundha Yustriana (Staf Organisasi KOPMA BS UPI) “Bagaimana hukum menggaji
seorang pegawai Bank?”
Jawabannya: “Sebenarnya hukum gaji pegawai bank ini masih mengalami
polemik, namun kita singkirkan permasalahan tersebut dengan meniatkan dalam
hati bahwa gaji yang kita terima itu karena kita telah bekerja sungguh-sungguh
dan profesional sesuai bidang kita, dan gaji yang kita terima itu karena
apresiasi hasil keringat atau kerja keras kita sendiri.
Nahh... sekian cerita Ta’lim kita sore ini bersama Ustad Sapaat Abdussalam (Mahasiswa UPI Jurusan
IPAI 2013) semoga bermanfaat bagi kita semua, dan sampai jumpa di
ta’lim-ta’lim berikutnya.
Kopma
BS UPI, 26 Agustus 2014.
Author:
Attike Kusmiyati (Staf Usaha KOPMA BS UPI) & Fujia Rizky Agustin (Staf
Administrasi)
Publisher:
Attike Kusmiyati (Staf Usaha KOPMA BS UPI)
0 komentar:
Posting Komentar